Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘story from heart’ Category

Life Is Beautiful Poster

Life Is Beautiful (1997)
La vita è bella (original title)

PG_13  116 min  –  Comedy | Drama | Romance   –  23 October 1998 (USA)
   8/10

Users: (132,967 votes) 866 reviews | Critics: 115 reviews Metascore: 59/100 (based on 32 reviews from Metacritic.com)

 

A Jewish man has a wonderful romance with the help of his humour, but must use that same quality to protect his son in a Nazi death camp.

Director:

Roberto Benigni

Writers:

Vincenzo Cerami (story), Roberto Benigni (story)

Read Full Post »

Hariyadi (Foto: Marieska/Okezone)

Hariyadi (Foto: Marieska/Okezone)

DEPOK – Hariyadi Budi, mahasiswa program Doktor di Universitas Tohoku, yang selamat dari gempa berkekuatan 9 skala richter dan tsunami di Jepang, akhirnya kini sudah bisa sedikit bernapas lega.

Pasalnya ia sudah bisa lebih tenang kembali ke kampung halaman di Depok, Jawa Barat setelah sejak tahun 2003 tinggal di Jepang bersama anaknya. Berikut kisah Hariyadi yang mampu lolos dari bencana di Jepang.
Saat lolos dari terjangan tsunami, Hariyadi pun mengungsi ke atas bukit bersama warga lainnya. Tak banyak yang bisa dilakukan mereka pada tahap awal bencana.
Apalagi Jepang memang tengah dilanda musim dingin dengan salju yang lebat. Tempat tinggal Hariyadi di Sendai, Jepang memang menjadi kawasan terparah yang porak -poranda diterjang gempa dan tsunami.
Rasa takut akan gempa dan tsunami susulan, hingga kedinginan dan kelaparan tentu dirasakan oleh Hariyadi dan sejumlah pengungsi.
Sedikitnya hanya tiga benda yang dibawa Hariyadi, yakni syal, tas pinggang, dan paspor.
“Saya pun tak bawa uang, tidak punya uang sama sekali, mana ada ATM yang buka, listrik, air, telepon, dan sinyal semua tidak berfungsi,betul-betul mencekam, dan untungnya memang saya sempat ke apartemen mencari anak saya, Tian, ia berhasil menyelamatkan diri keluar dari apartemen, dan saya mencari paspor, lalu kami menuju bukit,” tuturnya kepada wartawan di kampus UI, Depok, Jumat (18/03/11).
Saat di atas bukit, kata Hariyadi, tak ada selimut ataupun makanan untuk para pengungsi. Salah satu temannya memiliki sisa makanan berupa ikan laut yang diberikan oleh nelayan. Tetapi umur ikan tersebut, sudah lebih dari satu bulan.
“Bisa bayangkan kami makan ikan yang sudah sisa sejak satu bulan lalu, tak ada panci untuk direbus atau dimasak, kami hanya mebuat api dan membakar ikan untuk bertahan hidup,” jelas pria yang menyelesaikan program S1 di Universitas Gajah Mada (UGM) itu.
Tak lama, tim rescue dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) pun tiba dan mengevakuasi WNI untuk kembali ke tanah air. Namun penderitaan Hariyadi bertahan hingga tiga hari di atas bukit akan selalu terkenang sebagai memori hingga akhir hayatnya.
“Tiga hari tanpa makanan yang layak, dan sampai d bandara Tangerang pun saya tak punya uang, untungnya ditolong oleh rekan-rekan media yang peduli, benar-benar tragis,” tandasnya.

(faj)

Read Full Post »

Foto : Daylife.com

Foto : Daylife.com

FUKUSHIMA – Gempa 8,9 SR dan tsunami setinggi hingga 10 meter meninggalkan cerita duka. Musibah itu menyisakan berbagai cerita duka. Salah satunya diaalami Wataru Fujimura.

Pria berusia 38 tahun itu, menyaksikan bagaimana gempa dan tsunami mengguncang rumahnya. Petaka itu datang awalnya sebuah guncangan dahsyat.

“Furnitur kami dan rak-rak semua jatuh dari atas. Bahkan dinding gedung apartemen kami retak. Sungguh mengerikan. Jalanan terbelah,” ujarnya, seperti dikutip AP, Minggu (13/3/2011).

Kemudian tsunami datang. Bencana lebih serius datang. Gulungan ombak menyapu rumah, perahu, mobil, sampah, puing-puing. Perkotaan itu sekejab berubah seperti kubangan rawa. Tidak dijelaskan di mana apartemen milik pria itu.

“Kami menghabiskan sepanjang malam di dalam mobil. Sekarang kita kembali ke rumah berusaha untuk membersihkan semuanya,” tutup pria itu, yang terlihat masih syok.(faj)

Read Full Post »

 

Ia adalah orang ketiga setelah Conie Culp yang menerima transplantasi wajah bulan lalu, sekarang James Maki 59 tahun harus menerima transplantasi wajah setelah terjatuh dari kereta listrik 4 tahun lalu, ia kehilangan kehilangan hidung, bibir atas , pipi dan atap dari mulutnya

Ini Wajah James Waki Sebelom Kecelakaan Gan

 

Spoiler for wajah Asli
ini Sebelum Dioperasi Face Off
Spoiler for seblum operasi
Spoiler for seblum operasi
Sesudah Operasi Gan

 

Spoiler for sesudah operasi
Spoiler for sesudah operasi
Spoiler for sesudah operasi

 

 

Read Full Post »

Anjing benar-benar hewan yang setia pada majikannya. Ilmuwan Inggris baru-baru ini menemukan seekor anjing yang setia menjalankan tugasnya menjaga harta tuannya selama 2.000 tahun.

Anjing itu tentunya sudah mati. Yang ditemukan oleh ilmuwan Inggris itu adalah kerangka anjing tersebut. Kerangka yang sudah terpendam selama 2.000 tahun itu menunjukkan anjing tersebut mati dalam keadaan sedang menjaga harta tuannya.

Arkeolog menyakini anjing tersebut adalah anjing penjaga tertua. Ukurannya sama dengan ukuran anjing Alsatian (sejenis anjing helder). Sang anjing diyakini milik suku kuno Corieltauvi yang hidup di Inggris pada masa sebelum penaklukan Romawi.

Oleh pemiliknya, anjing tersebu kemungkinan dibunuh lalu dikuburkan untuk menjaga harta karun. Suku Corieltauvi menyakini ruh anjing mampu menjaga harta karun milik mereka.

Anjing itu ditemukan di sebuah lubang di situs Treasure Hallaton. Situs dekat Pasar Harborough, Leicestershire, yang menjadi penemuan terbesar di Inggris. Harta karun dalam bentuk koin-koin Zaman Besi ditemukan dalam sebuah penggalian pada 2000.

Lima ribu koin emas dan koin perak serta berbagai perhiasan zaman Romawi merupakan penemuan besar peninggalan Zaman Besi. Kerangka anjing itu susah payah disatukan oleh Universitas Leicester. Kerangkanya akan dipamerkan di Museum Harborough untuk pertama kalinya pekan ini.

 

Read Full Post »

Bentuknya boleh sederhana, namun jamaah sudah berdatangan dari penjuru desa sebelum waktu shalat masuk

Mungkin kita tak percaya jika tidak melihat faktanya. Seorang yang tidak kaya, bahkan tergolong miskin, namun mampu membangun sebuah Masjid di Turki. Nama masjidnya pun paling aneh di dunia, yaitu “Shanke Yadem” (Anggap Saja Sudah Makan). Sangat aneh bukan? Dibalik Masjid yang namanya paling aneh tersebut ada cerita yang sangat menarik dan mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita.

Ceritanya begini :

masjid yg digambarkan.
Di sebuah kawasan Al-Fateh, di pinggiran kota Istanbul ada seorang yang wara’ dan sangat sederhana, namanya Khairuddin Afandi. Setiap kali ke pasar ia tidak membeli apa-apa. Saat merasa lapar dan ingin makan atau membeli sesuatu, seperti buah, daging atau manisan, ia berkata pada dirinya: Anggap saja sudah makan yang dalam bahasa Turkinya “ Shanke Yadem” .

Nah, apa yang dia lakukan setelah itu? Uang yang seharusnya digunakan untuk membeli keperluan makanannya itu dimasukkan ke dalan kotak (tromol)… Begitulah yang dia lakukan setiap bulan dan sepanjang tahun. Ia mampu menahan dirinya untuk tidak makan dan belanja kecuali sebatas menjaga kelangsungan hidupnya saja.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun Khairuddin Afandi konsisten dengan amal dan niatnya yang kuat untuk mewujudkan impiannya membangun sebuah masjid. Tanpa terasa, akhirnya Khairuddin Afandi mampu mengumpulkan dana untuk membangun sebuah masjid kecil di daerah tempat tinggalnya. Bentuknyapun sangat sederhana, sebuah pagar persegi empat, ditandai dengan dua menara di sebelah kiri dan kanannya, sedangkan di sebelah arah kiblat ditengahnya dibuat seperti mihrab.

Akhirnya, Khairuddin berhasil mewujudkan cita-ciatanya yang amt mulia itu dan masyarakat di sekitarnyapun keheranan, kok Khairuddin yang miskin itu di dalam dirinya tertanam sebuah cita-cita mulia, yakni membangun sebuah masjid dan berhasil dia wujudkan. Tidak bayak orang yang menyangka bahwa Khairud ternyata orang yang sangat luar biasa dan banyak orang yang kaya yang tidak bisa berbuat kebaikan seperti Khairuddin Afandi.

Setelah masjid tersebut berdiri, masyarakat penasaran apa gerangan yang terjadi pada AKhiruddin Afandi. Mereka bertanya bagaimana ceritana soerang yang miskin bisa membangun masjid. Setelah mereka mendengar cerita yang sangat menakjubkan itu, merekapun sepakat memberi namanya dengan: “Shanke yadem” (Angap Saja Saya Sudah Makan).

Read Full Post »

Liputan6.com, Purworejo: Akibat himpitan ekonomi dan kemiskinan, seorang kakek warga Sukokebokuning, Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah, terpaksa bertahun-tahun tidur di kandang kerbau. Selain faktor ekonomi, sang kakek terpaksa tinggal di kandang karena tak punya keluarga.

Kakek malang bernama Mbah Giyo mengaku terbiasa makan dan tidur di kandang sejak kecil. Kerbau-kerbau yang sering dipelihara oleh Mbah Giyo ini juga bukan miliknya melainkan milik beberapa pedagang ternak yang menitipkan untuk dipelihara sebelum laku terjual.

Meski hidup dengan kerbau dan hanya beraktivitas mencarikan rumput untuk pakan, Mbah Giyo mengaku cara hidupnya ini lebih tenang. Bahkan karena sejak kecil hidup bersama kerbau, tak jarang warga sekitar memberikan julukan “Manusia Kerbau” kepada kakek 70 tahun ini.

Entah karena himpitan ekonomi atau mengalami kelainan, selain tidak mau berkeluarga, Mbah Giyo jarang bergaul dengan warga sekitar. Namun yang jelas kehidupan Mbah Giyo ini hanya sebagian potret kecil di antara jutaan rakyat miskin yang masih ada di Indonesia.(JUM)

Read Full Post »

Older Posts »