Feeds:
Posts
Comments

[JAKARTA] Setelah dua tahun menyusut, investasi energi terbarukan meningkat 17 persen dari tahun sebelumnya menjadi 270,2 miliar dolar AS pada 2014 menurut laporan Global Trends in Renewable Energy Investment 2015.

Menurut laporan yang disiapkan Frankfurt School-United Nations Environment Programme (UNEP) Collaborating Centre dan Bloomberg New Energy Finance, investasi untuk tenaga surya melonjak 25 persen menjadi 149,6 miliar dolar AS sedang investasi untuk tenaga angin naik 11 persen menjadi 99,5 miliar dolar AS.

Pasar didominasi oleh investasi untuk tenaga surya dan tenaga angin yang mencakup 92 persen dari total investasi energi dan bahan bakar terbarukan menurut siaran pers Frankfurt School-UNEP Collaborating Centre.

Dalam hal kapasitas, 103 gigawatt (GW) kapasitas pembangkit energi terbarukan ditambahkan ke dunia tahun lalu, lebih tinggi dari penambahan kapasitas tahun 2013 yang sebesar 86 GW, yang setara dengan kapasitas pembangkit seluruh 158 reaktor nuklir di Amerika Serikat menurut kantor berita Reuters.

Laporan itu menyebutkan bahwa peningkatan investasi energi terbarukan utamanya terjadi karena perluasan penggunaan tenaga surya di Jepang dan Tiongkok serta proyek-proyek tenaga angin lepas pantai.

Tiongkok menjadi negara yang paling banyak berinvestasi untuk energi terbarukan tahun lalu dengan 83,3 miliar dolar AS atau naik 39 persen dari tahun 2013.

Amerika Serikat berada di peringkat kedua dengan investasi 38,3 miliar dolar AS selama 2014 atau naik tujuh persen dari tahun sebelumnya sementara Jepang berada di posisi ketiga dengan investasi 35,7 miliar dolar AS atau naik 10 persen dari tahun 2013.

Tiongkok dan Asia mengalami perluasan pemanfaatan tenaga surya yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan total investasi untuk tenaga surya 74,9 miliar dolar AS pada 2014, hampir separuh dari total investasi global.

Sementara pertumbuhan pemanfaatan tenaga angin di lepas pantai Eropa menghasilkan investasi pada tujuh proyek bernilai satu miliar dolar AS lebih pada 2014, termasuk pemasangan Gemini 600 MW bernilai 3,8 miliar dolar AS di Belanda yang merupakan pembangkit energi terbarukan non-hidro paling besar di dunia.

Eropa menginvestasikan 16,2 miliar dolar AS dari 18,6 miliar dolar AS investasi global untuk tenaga angin lepas pantai menurut laporan yang dikutip kantor berita Reuters.

Negara-negara berkembang juga menyumbang peningkatan menonjol investasi untuk energi terbarukan selama 2014 dengan peningkatan investasi 36 persen menjadi 131,3 miliar dolar AS.

Di antara 10 negara dengan investasi paling besar untuk energi terbarukan juga ada Brasil yang menginvestasikan 7,6 miliar dolar AS, India dengan investasi 7,4 miliar dolar AS dan Afrika Selatan dengan 5,5 miliar dolar AS.

Selain itu lebih dari satu miliar dolar AS diinvestasikan di Indonesia, Chile, Meksiko, Kenya dan Turki.

Tantangan

Tahun 2014 menjadi titik balik untuk energi terbarukan setelah dua tahun penyusutan tapi tantangan-tantangan masih ada, termasuk di antaranya ketidakpastian kebijakan dan masalah-masalah struktur jaringan sistem kelistrikan yang meningkat bersama peningkatan penggunaan tenaga surya dan angin.

“Eropa adalah penggerak pertama dalam energi bersih, tapi masih dalam proses merestrukturisasi mekanisme pendukung awal,” kata Michael Liebreich, pemimpin Dewan Penasihat di Bloomberg New Energy Finance.

“Di Inggris dan Jerman kami melihat pergerakan dari feed-in tariff dan sertifikat hijau, menuju lelang terbalik dan pembatasan subsidi untuk memangkas biaya transisi ke konsumen,” katanya.

Harga minyak mentah Brent, yang merosot pada paruh kedua tahun lalu, juga bisa menyurutkan keyakinan investor pada tenaga surya atau biofuel di sejumlah negara pengekspor minyak misalnya tapi itu seharusnya tidak berdampak besar terhadap investasi energi terbarukan secara keseluruhan.

“Minyak dan energi terbarukan tidak secara langsung bersaing untuk  investasi dolar untuk listrik,” kata Udo Steffens, presiden Frankfurt School of Finance and Management.

“Sektor angin dan surya semestinya masih bisa berkembang, terutama jika mereka memangkas biasa per megawat jam. Kisah jangka panjang mereka makin meyakinkan,” tambah dia. [Rtr/Ant/N-6]

SUMBER http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/03/09/nkwrnt-dpr-pengelolaan-air-harus-dikuasai-negara

Monday, 09 March 2015, 04:20 WIB

BERITA :

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Heri Gunawan mengatakan pengelolaan air seharusnya dikuasai negara pascapencabutan Undang-Undang nomor 7 tahun 2004 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air oleh Mahkamah Konstitusi.

“Sumber daya air milik kita ini sekarang mayoritas dikuasai oleh perusahaan asing seperti air minum dalam kemasan, seharusnya sumber daya tersebut sepenuhnya dikuasai oleh negara dan yang mengelolanya bisa dipegang oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” kata Heri di Sukabumi, Ahad (8/3).

Menurutnya, pascadicabutnya UU nomor 7/2004 tersebut, pemerintah harus segera melakukan berbagai regulasi agar pengelolaan sumber daya air bisa dikuasai sepenuhnya oleh negara untuk kesejahteraan rakyat.

Bahkan, pihaknya akan melakukan rapat dengan beberapa perusahaan BUMN terkait agar sumber daya air ini bisa dikelola negara. Lanjut dia, selama ini penguasaan air dan hasilnya kurang menguntungkan bagi rakyat di Indonesia.

Namun demikian, kata dia, perlu adanya peraturan bertahap, karena bagaimana pun juga perusahaan asing yang mengelola sumber daya air mempunyai karyawan yang nasibnya harus ikut dipikirkan.

“Tidak hanya air saja yang harus sepenuhnya dikuasai oleh negara, tetapi seluruh sumber daya alam baik darat laut dan udara harus dikelola oleh negara untuk kepentingan rakyat,” tambahnya.

Monday, 09 March 2015, 04:20 WIB

TANGGAPAN PRIBADI SAYA

Salam.

Dalam hal ini, saya sebagai masyarakat yang notabene juga adalah rakyat, merasakan hal yang direncanakan dan diusulkan oleh DPR kurang tepat atau keliru, kenapa? pada kenyataannya, Air, dan Listrik beserta Gas merupakan kebutuhan pokok masyarakat. 3 elemen utama ini merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan karena telah menjadi kebutuhan dasar yang sangat diperlukan sehari-harinya.

mari kita lihat satu per satu dari ketiga elemen penting tersebut.

Gas – Dikelola negara, fakta yang dirasakan masyarakat adalah 1. harga masih mahal untuk ukuran yang dijual 2.terkadang distribusi terhambat, walaupun sekarang ada perbaikan dalam hal ini.

Listrik – Dikelola negara. fakta yang dirasakan masyarakat adalah 1.pelayanan kacau 2.harga yang luar biasa mahal! dan selalu naik rutin setiap 3 bulan sekali, yang mana sangat menjengkelkan masyarakat. kinerja parah/kacau berbanding terbalik dengan harga yang terus naik. 3.sering mati lampu bergilir. 4.belum terlihatnya oleh masyarakat perubahan sumber energi listrik menuju energi listrik yang dapat diperbaharui, seperti sumber angin, tenaga ombak, laut, matahari dll.

Air – dahulu dikelola negara, sangat kacau karena bermasalah dan harga juga naik terus. namun sejak kepemilikan air tidak didominasi negara, harga masih selalu naik, tetapi pelayanan cukup membaik.

telepon – dahulu dikuasai BUMN (negara), kacau. harga terus menerus naik. sekarang sejak dominasi dan monopoli dihentikan (banyak option/ pilihan lain dalam berkomunikasi, contoh dengan handphone, provider lain) telepon menjadi tidak banyak masalah, harga juga stabil.

dari perbandingan yang telah saya kemukakan diatas dapat kita lihat bahwa pada kenyataanya monopoli negara bukanlah hal yang terbaik. sedangkan hal sebaliknya yaitu menyerahkan pengelolaan pada pihak swasta/ asing juga bukanlah hal yang terbaik. menurut saya hal yang terbaik adalah adanya pihak negara (bumn) pihak swaasta dan asing sehingga tercipta kompetisi sehat yang terus meningkatkan pelayanan, fasilitas, dan perubahan serta perbaikan, juga adanya kompetisi harga yang akan memberikan persaingan harga yang paling ekonomis namun dengan pelayanan yang terbaik, sehingga hal ini pada akhirnya akanmenguntungkan konsumen, dalam hal ini adalah kami, masyarakat. pemenang akan terus berusaha menjaga kualitasnya sementara pihak lainnya akan berusaha untuk memperbaiki kualitasnya. hal ini tentunya didukung pemerintah yang menjaga keseimbangan serta persaingan sehat antara pihak terkait.

Its just happen about 2 days ago when I’m looking news @yahoo. i’m look for new group music called answer sheet, pleasure music.which is they have really cool genre and type of music. you can enjoyed it, and its still good for every-age.

very enjoyable

these cool duo's From Yogyakarta

..and then i’m watch talented man named leonardo ringo, and he’s genius musician who dont just playing ordinary (and startly boring) rock music, but he put folk music in there, so the result is: awesome.

Gokil ni orang

vokalis zeke and the popo

He mixed rocks and folks, awesome!

but i think i will review them later, coz the most interesting is after i satisfied with hearing them..

I search other leonardo ringo music  @youtube, And then, when i finish watch that video, my eyes stuck on some video that picture shows some gorgeus young lady, the title is:

..Priscilla Ahn, find my way back home.

so i click the video.. first thing i heard is, i thought some kind-like-Angel-voice is singing..

“God, the voice is so soft, and make me feel so calm,, and the next thing in my mind is:

I think I’m  fall in love with this lady, especially with her bloody lovely song.”

You know she is singing a incredible, she singing song which is the combination of her voice and the song makes really stong atmosphere, and you can feel it,  it’s feel like warm and, love, in her voice.

And the song have good ambiance, its carries everybody who hear the singer sing, just like in good and calm mood.

So this is the video.

Priscilla Ahn. Find my way back home.

you can hear one of beautifull voice, lovely song in this video..
its makes you feel calm, relax, and peace.. and at the same time it bring out your melancolic feeling from the deepest of your heard, if you listen it carefully.

and you know, i think everybody will feeling love and warm from the voice.

And the most lovely thing is she is so generous, on other video of her song,  she’s comunicating with audience even when the audience make big sound (like drop something, i dont know, but its make her surprise) she even makes the situation still good, and she laugh in the middle of the song, and its not broke the song, its even makes the song more lovely. I love when she’s laugh. : )

This is the song when she laugh, and giggled, its so cute : )

Priscilla Ahn Performs “Ooh La La” @ the Sundance ASCAP Music Cde (HD)

Priscilla Ahn Performs “Vibe So Hot” “And she giggled again, lol.

Priscilla Ahn Performs “Elf” And this is when she’s  shocked coz the big sound from something drop, i dont know, the sound comes from the audience, and she’s said “”You okay?” That scared the sh*t outta me!” So hilarious to hear Priscilla use profanity.

ande she’s still so young, and if anybody who love feist will be love this too.. oh yeah she’s playin’ accoustic guitar, almost all of her song is extremly beautifull, her genre is about folk, maybe, but it’s light, and very calm. : )

this her lovely pictures.

-Priscilla Ahn-

U know she's is absolutely georgeus. Kinda love it both the singer and the voice.

And this is her profile. i take it from @wikipedia

Priscilla Ahn (born March 9, 1984) is a Korean American singer-songwriter.

Early life and education

Ahn was born Priscilla Natalie Hartranft in Fort Stewart, Georgia to Kay (née Ahn) and Harry Hartranft and spent her childhood living in the USA and South Korea. She lived in Berks County, Pennsylvania for several years and attended Tulpehocken Area High School. Her college music professor was impressed with her songwriting talents and inspired her to move to Los Angeles, California to pursue a career in music after finishing school.

Career

Ahn adopted her Korean mother’s maiden name for her musical career. She has toured with Joshua Radin, Amos Lee, and Ray Lamontagne and contributed vocals to the albums Supply and Demand and Kaleidoscope.[3]

In June 2008 she was selected as Artist of the Week in Paste magazine.[4] She appeared on The Tonight Show with Jay Leno in May 2011.[citation needed]

Two of her songs have been part of Grey’s Anatomy episodes.[5][6] Her song “I Don’t Think So” was featured on an episode of Knight Rider. Her song,”Dream” was featured on the soundtracks of the films Disturbia, Bride Wars and Love Happens.[7] Her song was also heard on an episodes of the Ghost Whisperer, One Tree Hill, Holby City, Make it or Break it Brothers & Sisters, Secret Diary of a Call Girl, So You Think You Can Dance and Eli Stone.[8] The song “Living In A Tree” was part of a Jeep Wrangler commercial. Her song “Find My Way Back Home” was part of the soundtrack for the films My Sister’s Keeper and Free Willy: Escape from Pirate’s Cove, and the ITV drama Married Single Other. Her song, entitled “A Good Day (Morning Song)” was part of an episode of Psych. Most recently, Ahn’s song “I Don’t Have Time to be in Love” was featured on an episode of the South Korean sitcom “High Kick 3”.

Personal life

Priscilla Ahn married Michael Weston in March 2010.[9]

Discography

Albums

  • A Good Day, Blue Note Records, June 10, 2008.
  • When You Grow Up, Blue Note Records, May 3, 2011.

EPs

  • Priscilla Ahn (2007, self-released)
  • Live Session, (2008, iTunes)
  • Sweet Hearts, (2012, With Charlie Wadhams)

Singles

  • “Dream” (2008, Blue Note)
  • “I’ll Never Smile Again” (2009)
  • “I Am Strong” by Tiesto featuring vocals by Priscilla Ahn (2009)

Music videos

  • “Dream”
  • “Red Cape”
  • “Vibe So Hot”
  • “I Don’t Have Time To Love”
  • “When You Grow Up”
  • “Torch Song”

Compilation appearances

  • His Way, Our Way (Sinatra Tribute)

Contributions

  • Vocals and Piano on Joshua Radin – We Were Here, Columbia, February 7, 2006 (as Priscilla Hartranft)
  • Vocals on Amos Lee – Suppy and Demand, Blue Note Records, October 3, 2006
  • Vocals on Joshua Radin – Unclear Sky EP, iTunes Exclusive EP, February 12, 2008
  • Vocals on William Fitzsimmons – The Sparrow and the Crow, Mercer Street, September 30, 2008

Nb. she already married :(   LOL..  Have a happy live, Priscilla. : )

And i find her blog, she have personal profile, and i copy it (I’m sorry i dont ask your permission, but i use it for good purpose, will ya)😀

bio

Growth emerges as the central theme of Priscilla Ahn’s album When You Grow Up, a stunning 12-song set produced by Ethan Johns that exhibits Ahn’s profound growth as an artist and a songwriter. Ahn wrote or co-wrote all but one of the album’s songs, threading a loose storyline through life’s ups and downs, her angelic voice narrating the experiences through which we grow.

In a way, it was mischievous for Ahn to name her album When You Grow Up. After all, nobody stops growing until the day they exit this mortal coil. We find and lose love, meet new friends, visit different places, and add to our skill sets. Our emotions become more complex. We establish patterns, then break them for a much-needed change of pace. That’s why the sophomore full-length from the California singer-songwriter resonates so powerfully: She funneled these phases and stages of life into the genesis of When You Grow Up, even as she reflected upon them in her inimitable style.

“The other day I was reading some old blogs of mine, from five or six years ago,” Ahn divulges. The young woman in that prose was almost unrecognizable. Back then, she was still discovering her voice as an artist, struggling to articulate emotions, even as basic necessities—like food and shelter—were often up-in-the-air. “My life was so different compared to how it is now.” But good things emerged from that turbulence. She fashioned the songs featured on her 2008 debut A Good Day, including the sleeper hit “Dream,” which found its way into several films and TV shows. There were tours with heavyweight colleagues: Ray LaMontagne, Amos Lee, Willie Nelson. She met her fiancée, and after several years of courtship, they married in 2010. The chaos reflected in those long-ago blogs had subsided. “There’s definitely a peace to life these days that I’ve never really known before.”

There is a persistent myth that when an artist is content and settled, the muse goes into hiding. At first, Priscilla wrestled with this age-old canard. “Writing before seemed so much easier, in a way. These days I process my feelings so much better, through thinking about them or journaling or meditation. I was worried there was nothing left to write songs about!” In fact, what she learned was how to dig deeper in her music, uncovering epiphanies from smaller, quieter moments. “These songs happened in a period of my life where I re-discovered, or discovered for the first time, different parts of who I am.”

She also broke out of her established pattern of self-reliance, and wrote with other musicians: Sia Furler, Inara George, Eleni Mandell, Charlie Wadhams. The lone cover on the album is the frolicsome love call “Vibe So Hot,” which was written by Benji Hughes. Although there were opportunities to work with well-known veterans, the process came most naturally when it didn’t stray far outside her immediate social orbit. It was George—the voice of the bird and the bee, and co-author of the twinkling “City Lights (Pretty Lights)”—who pointed her towards their fellow Los Angeles denizen Mandell. In turn, that pair concocted the standout “Oo La La.” Much like that jazzy collaboration, in which the narrator allows little deviations in a daily routine to open the door to adventure, these creative alliances helped Ahn unlock a more mature, sophisticated approach to her craft.

The next step was translating the fledgling songs into demos. Although she plays myriad instruments on the album, including electric and acoustic guitar, banjo, autoharp, piano, organ, and a wide variety of keyboards, Ahn’s home studio is a very modest affair. So she used her own voice to emulate different instrumental colors and parts, layering harmonies. Many of these ideas carried over into the final record, yielding beautifully layered vocal parts that evoke the intricate, multi-tracked arrangements of the Beach Boys and Kirsty MacColl.

In pursuit of the right producer to help bring this material to full fruition, Ahn went on what she jokingly refers to as a series of “blind dates.” All of the candidates she met displayed admirable strengths and impressive credentials, but nobody clicked. Meanwhile, the perfect choice was already in her sphere: Ethan Johns had previously produced three albums for her tour mate Ray LaMontagne. Even though they’d never met, when Johns was approached about the opportunity, the acclaimed producer and multi-instrumentalist disclosed he was already a fan, smitten after seeing Ahn sing and play ukulele on Jools Holland’s UK television program.

Working with Johns brought Ahn back to England, where they hunkered down at studios in Bath and London. Initially the singer was nervous about making an album so far from the familiar surroundings, musicians, and distractions of home, but her reluctance dissipated as the project gained momentum. “Recording in England was possibly the best thing I could’ve done for the record, because I was super-focused, and we were constantly working.”

While When You Grow Up took shape, so did their working relationship. “If I said, ‘Oh I’m not sure about this or that,’ Ethan was like, ‘Okay.’ He had absolutely no ego, which is very rare.” He paid just as much attention to each and every performance. “Ethan has such a great ear for placement, making the focus be the words and the voice. I trusted that he was listening.” As additional players joined the two in the studio, the process continued in an organic fashion (including recording to tape). “It was totally old school. We would do live takes with the band, all day, and sometimes into the next. Then we’d all sit in the studio and listen back until we found the one with just the right vibe.”

The final touches came about just as naturally. Tempting as it may be to label When You Grow Up a concept album, it isn’t. The album title came to Ahn one night after dinner with Ethan’s father, industry legend Glyn Johns, long after all the songs were written. Likewise, the loose story arc that begins with childhood, progresses through cycles of romance and heartbreak, and concludes with the wise, reflective “Torch Song,” only emerged after settling on that title. That might seem a bit backwards, but it’s the nature of life—and the creative process. We never truly know what has transpired until we have time to look back and reflect. All of us, especially artists, are always in flux, ever changing. Judging from When You Grow Up, listeners can expect even bigger and better things from Priscilla Ahn over time.

and this is her collection of lovely song:

And  here  is another pictures of her.

Priscilla Ahn

Really love this lady

Priscilla Ahn

really love this lady

and how do you feel? i bet u feel the sam with me, or you just other imbicle man who already deaf and cannot feel the good song, and good singer? :O *shocked*

nah i’m not serious, whatever your choice, its up to you😀

Priscilla Ahn

TRIBUNNEWS.COM–  Berolahraga di pagi hari tentunya punya banyak tantangan, salah satunya harus bangun lebih awal. Tapi cobalah untuk memulai olahraga di pagi hari, karena banyak manfaatnya lo.

Di pagi hari, udara masih bersih, dan ini sangat baik buat paru-paru. Selain itu sinar matahari yang masuk ke retina mata di pagi hari akan memasuki jalur saraf ke otak sebagai sinyal awal fungsi tubuh, dan juga membantu memulai fungsi metabolisme seperti memicu pelepasan hormon-hormon yang mempengaruhi nafsu makan, tekanan darah dan siklus tidur-bangun.

Seperti dikutip Livestrong, beberapa manfaat berikut bisa Anda dapatkan dengan berolahraga di pagi hari.

* Membantu orang lebih konsisten berolahraga.
Umumnya di pagi hari sangat jarang menemui hambatan, bandingkan dengan ketika olahraga di malam hari atau setelah pulang dari bekerja. Kebanyakan orang sudah merasa lelah bekerja, akhirnya malas untuk berolahraga.

* Lebih berenergi.
Olahraga di pagi hari lebih meningkatkan mood dan energi sesudahnya. Kondisi ini membantu orang menjadi lebih siap untuk menghadapi tantangan kerja atau apapun di siang hari. Bila olahraga dilakukan di malam hari akan membuat suhu tubuh naik dan bisa mengganggu tidur.

* Lebih baik dalam membakar kalori.
Setelah berolahraga, tubuh masih akan membakar kalori karena masih banyaknya kegiatan yang dilakukan. Saat bekerja, tubuh akan menggunakan energi secara lebih efisien sehingga merampingkan massa otot.

* Tempat kebugaran belum ramai.
Kebanyakan orang pergi ke tempat kebugaran sore atau malam hari sehingga tempat tersebut penuh, bahkan harus antri bila menggunakan peralatan olahraga. Nah, jika pergi ke tempat kebugaran di pagi hari, tidak perlu antri untuk menggunakan peralatan, sehingga olahraga akan lebih efektif. (initisari online)

 

Peta kereta bawah tanah Tokyo. Sumber: Biro Transportasi Tokyo Metropolitan

Melihat gambar jaringan kereta bawah tanah Tokyo (di atas), menurut Anda apakah Jakarta akan pernah mencapai tingkat seperti itu?

Penduduk Jabodetabek-Bandung kedua terbanyak setelah Tokyo Metropolitan. – 30 juta penduduk di Jabodetabek.

Mungkin Jakarta tidak perlu menyerupai, atau bahkan mendekati Tokyo.Tetapi, kawasan Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek), yang kini harus dihitung mencakup juga Bandung dan koridor di antaranya, akan segera menjelma sebagai aglomerasi perkotaan nomor dua terbesar di dunia setelah kawasan metropolitan Tokyo (37 juta penduduk).

Sekitar 30 juta penduduk yang sudah berada di kawasan ini adalah salah satu mesin pertumbuhan terbesar Indonesia yang harus dilayani, antara lain dengan jaringan mobilitas yang memadai.

Sudah terlalu sering dikemukakan betapa besar kerugian material akibat macet di Jakarta. Belum lagi persoalan sosial dan budaya. Jakarta, misalnya, telah kehilangan kedudukan dominannya sebagai pusat seni rupa kontemporer Indonesia. Saya pribadi khawatir bahwa dalam waktu lima tahun ke depan, kemacetan bahkan akan menghambat pertumbuhan produktivitas Jakarta dan sekitarnya. Padahal ia merupakan porsi besar terhadap seluruh Indonesia.

Karena itu, senyampang kita menyalahkan Gubernur Fauzi Bowo yang terus menerus membangun jalan layang yang telah terbukti bukan solusi efektif, kita tetap perlu mengingatkan kepada para calon gubernur selanjutnya untuk rendah hati dan berhati-hati.

Mencari alternatif lain, yang sebagian sudah ditemukan pada sistem bus, masih merupakan tugas berat. Baik secara intelektual maupun politik. Kejahatan mengerikan berupa pemerkosaan di angkutan kota beberapa waktu lalu, hanyalah puncak gunung es dari masalah angkutan umum Jakarta.

Gubernur Fauzi Bowo telah menghabiskan empat tahun masa jabatannya tanpa membuat inisiatif berarti, kecuali MRT yang memang sudah dirintis sebelumnya. Ia pun telah membatalkan proyek monorel sembari terus membangun jalan layang.

Kita berharap para calon gubernur selanjutnya akan membuat prakarsa mendasar tentang sistem angkutan umum Jakarta. Rencana itu harus mencakup apa yang akan mereka lakukan pada tiga bulan pertama menduduki jabatan. Untuk itu, mulai sekarang kita perlu merecoki mereka untuk menyiapkan rencana yang siap dilaksanakan segera sesudah ia mulai menjabat.

Kalau tidak, bagaimana menurut Anda nasib ekonomi Indonesia bila satu mesin ekonominya lumpuh?

Marco Kusumawijaya adalah arsitek dan urbanis, peneliti dan penulis kota. Dia juga direktur RujakCenter for Urban Studies dan editor http://klikjkt.or.id.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON– Kedai kopi Starbucks dituntut sebesar tiga juga dolar AS oleh seorang turis dari Virginia. Si turis mengatakan bahwa anak perempuannya yang berusia lima tahun menemukan satu kamera video yang tersembunyi di kamar kecil di salah satu toko di Washington.

William Yockey (28) menuduh kedai kopi global yang berbasis di Seattle itu melakukan pelanggaran privasi, kelalaian, “penderitaan emosional yang disengaja” serta lalai dalam perekrutan, pelatihan dan pengawasan karyawan.

Yockey, yang membawa keluarganya ke ibu kota Amerika Serikat itu pada April, “segera melaporkan hal yang memalukan dan menjijikkan tersebut” kepada manajer toko itu, yang berada hanya beberapa blok dari Gedung Putih, demikian tertulis dalam salinan gugatannya yang diperlihatkan pada Selasa.

Polisi menggeledah kamar mandi dan menyelidiki kamera itu –yang terselip di dalam pipa berbentuk U di bawah wastafel, menurut penggugat– untuk menemukan sidik jari sebelum menyita kamera tersebut sebagai barang bukti, demikian tertulis dalam gugatan.

“Sungguh memalukan, bahkan hingga hari ini,” kata Yockey kepada stasiun televisi ABC News. Ia menambahkan bahwa bila ada rekaman putrinya saat berada di kamar mandi “tersebar di internet, artinya ia telah dilanggar haknya”.

Pengacara Yockey, Hank Schlosberg, melayangkan tuntutan lewat pengadilan Distrik Kolumbia sebesar satu juta dolar AS sebagai kompensasi dan dua juta dolar AS sebagai ganti rugi karena pelanggaran privasi.

Juru bicara Starbucks belum dapat dimintai keterangan namun mingguan lokal “City Paper” menyatakan bahwa perusahaan itu telah berupaya namun gagal untuk membatalkan gugatan karena Yockey belum membuktikan kesalahan apa pun yang dilakukan karyawan Starbucks.

Mei lalu, polisi menangkap seorang pria mencurigakan yang merekam setidaknya 40 perempuan dengan kamera tersembunyi di Starbucks di California sedangkan pria lain ditangkap pada Juni karena menaruh kamera di dalam kedai lain Starbucks di Florida.

Liputan6.com, Manokwari: Bocah sembilan tahun di Manokwari, Papua Barat diajukan ke pengadilan karena membunuh seorang teman bermainnya. Meski masih berstatus pelajar, beberapa bulan terakhir bocah yang jadi terdakwa itu tidak bersekolah karena harus menjalani proses hukum.

Tidak terlihat adanya rasa takut di wajah Domi saat masuk ruang sidang. Ibu Domi memasrahkan nasib anaknya pada proses hukum. Tapi ia berharap proses hukum cepat tuntas sehingga Domi bisa kembali ke sekolah. Jaksa mendakwa Domi melanggar Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Domi didakwa membunuh Abraham Ayomi pada 25 Juli silam dengan menusuk leher temannya menggunakan pisau. Sebelumnya, mereka berkelahi usai memperebutkan sebuah kelapa. Kepada penyidik, Domi menyatakan ide membunuh itu didorong kekerasan yang sering ia tonton di televisi.(JUM)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.